Jumat, 17 Desember 2010

Dry Cleaning

Dry Cleaning


Kegiatan mencuci pakaian merupakan aktivitas rumah tangga yg telah dilakukan manusia selama bertahun-tahun.

Tidak perduli apakah mencuci pakaian secara manual ditepi sungai dengan menggunakan batu dan papan penggilas, atau mencuci pakaian secara otomatis dengan hanya menekan tombol-tombol pada mesin cuci yg telah terprogram. Kedua tehnik mencuci pakaian ini sama-sama menggunakan air dan tambahan sabun/deterjen (kimia alkali) untuk mengangkat kotoran minyak dan lainnya.

Lalu apa yg dimaksud dengan mencuci Dry Cleaning?
Berbeda dengan tehnik mencuci pakaian biasa, dry clean yg kalau dibahasa indonesiakan memiliki arti “cuci kering”, adalah proses mencuci pakaian tanpa menggunakan air. Tetapi bukan berarti tehnik mencuci ini benar-benar kering atau tidak basah.
Istilah dry clean ini hanya diciptakan karena tidak menggunakan air dalam proses pembersihannya tetapi menggunakan bahan cairan solvent (yg bahan dasarnya dari minyak mentah).

Siapa yang menciptakan tehnik mencuci dry clean?

Adalah seorang Prancis bernama Jean Baptiste Jolly ditahun 1855, yang memperkenalkan istilah ini. Penelitiannya membuktikan bahwa pakaian yang dicuci dengan kerosin atau solvent (cairan dry cleaning berbahan dasar minyak mentah) lainnya seperti gasolin akan lebih bersih. Dari situlah istilah nettoyage à sec atau dry cleaning muncul. Jadi kesimpulannya, jika mencuci pakaian menggunakan cairan bukan berbahan dasar air itu dinamakan dry cleaning.

Mengapa harus menggunakan dry clean?

Dari pembahasan sebelumnya anda sudah mengerti bahwa mencuci dengan dry clean tidak menggunakan air dan sabun. Disinilah alasan mengapa dry cleaning diciptakan, bukan karena pada saat anda keterbatasan air maka anda harus dry clean. Tetapi, bahan pakaian seperti wool, rayon, sutera, atau berbahan khusus lainnya, cenderung akan berubah warna dan “mengkerut” bila kita mencucinya dengan air dan sabun. Dengan mencuci dry clean, masalah-masalah tersebut bisa diatasi.

Bagaimana proses dry cleaning dilakukan?
Untuk usaha laundry di Indonesia saat ini, proses dry cleaning biasa dilakukan dengan 2 cara.

  1. Menggunakan Hand Steamer (vertical steamer). Klik > “Cara dry clean menggunakan hand steamer
  2. Menggunakan mesin khusus dry cleaning. Klik > “Dry clean menggunakan mesin dry cleaning”

Apa saja bahan kimia dry cleaning?
Ada beberapa bahan kimia solvent yg biasa digunakan dalam dry cleaning. Salah satu yg cukup terkenal di Indonesia adalah solvent bernama PCE atau bahasa ilmiahnya Tetrachloroethylene.
Namun dibeberapa negara, solvent lain seperti Glycol ethers, Hydrocarbon, Liquid silicone D5, Modified hydrocarbon blends dan Liquid CO2 juga kerap digunakan untuk proses dry cleaning
tergantung dari peralatan dan mesin yang digunakan.

Demikianlah keterangan singkat soal dry cleaning. Semoga memberikan anda gambaran tentang apa yang dimaksud dengan dry cleaning.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar